Banten

Mentan Amran Murka, Temukan Alsintan Terbengkalai dan Sawah Terendam di Maros

Riski Endah Setyawati | 17 Maret 2026, 14:58 WIB
Mentan Amran Murka, Temukan Alsintan Terbengkalai dan Sawah Terendam di Maros
Mentan Amran (Istimewa)

Akurat Banten - Di tengah suasana menjelang Idulfitri yang biasanya diwarnai ketenangan, Andi Amran Sulaiman justru memantik perhatian publik dengan sikap tegasnya saat melakukan inspeksi lapangan.

Kunjungan kerja yang berlangsung di wilayah Maros itu awalnya bertujuan memastikan kesiapan produksi benih padi di salah satu unit pelaksana teknis Kementerian Pertanian.

Namun, agenda tersebut berubah drastis ketika ia menemukan kondisi fasilitas yang jauh dari harapan.

Di lokasi, sejumlah alat dan mesin pertanian atau alsintan terlihat tidak terawat dengan baik, bahkan beberapa unit traktor tampak dipenuhi lumpur yang mengering, menandakan tidak adanya perawatan setelah digunakan.

Melihat kondisi itu, Amran langsung meluapkan kekecewaannya kepada para pegawai yang bertanggung jawab.

Baca Juga: Heboh! Peserta Magang Nasional Tidak Dapat THR, Ini Penjelasan Resmi dan Aturannya

“Pertanyaannya, salah tidak kamu lakukan semua itu? Biasa memang begitu dari dulu? Sudah pakai tidak cuci,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa alsintan tidak boleh disimpan dalam kondisi kotor, apalagi tanpa perawatan yang layak setelah digunakan di lapangan.

“Ini mahal. Dan tahu itu? Itu uangnya rakyat, uangnya masyarakat Indonesia,” lanjutnya.

Menurut Amran, persoalan ini bukan sekadar soal kebersihan alat, tetapi mencerminkan lemahnya kedisiplinan serta rendahnya rasa tanggung jawab terhadap aset negara.

Ia menegaskan bahwa setiap komponen kecil pada alsintan memiliki nilai karena berasal dari pajak masyarakat.

“Setiap baut itu adalah uang rakyat, pajak rakyat,” ujarnya.

Tak hanya alsintan, temuan lain yang membuatnya geram adalah kondisi lahan sawah yang tergenang air tanpa penanganan optimal.

Baca Juga: Usai Pelajar SMA Tewas dalam Bentrok Geng Motor, Wali Kota Bandung Siapkan Patroli Khusus dan Langkah Tegas

Padahal, kawasan tersebut dirancang sebagai area percontohan pengembangan benih padi di wilayah Sulawesi.

Alih-alih menjadi model yang baik, kondisi lapangan justru menunjukkan pengelolaan yang dinilai jauh dari standar.

“Kenapa tidak pompa? Kenapa tidak kerja? Masa begini?” kata Amran.

Ia bahkan menyebut lokasi tersebut sebagai yang terburuk, padahal seharusnya menjadi contoh bagi wilayah lain.

“Kamu harus jadi percontohan Pulau Sulawesi, nah kamu yang paling jelek,” tambahnya.

Situasi tersebut langsung direspons dengan langkah tegas tanpa menunggu waktu lama.

Amran memerintahkan agar sanksi keras diberikan kepada pihak yang dianggap lalai dalam menjalankan tugasnya.

Ia mempertanyakan masa kerja pegawai yang bersangkutan sekaligus menilai kinerja mereka tidak menunjukkan perbaikan.

“Sudah berapa lama kerja di sini? Begitu memang cara kerjamu dari dulu? Ini kasih dia SP3 ini, peringatan terakhir,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, ia juga langsung menghubungi pejabat terkait di internal kementerian guna memastikan tindakan disiplin segera diterapkan.

Perintah itu mencakup pemberian peringatan tidak hanya kepada staf lapangan, tetapi juga kepada pimpinan unit kerja.

Baca Juga: Kepergok Mencuri di Minimarket Pria Bawa Golok Diamuk Warga di Tanjung Priok

“Kasih peringatan yang di sini, SP3 di Maros. Kasih juga peringatan pimpinannya,” kata Amran.

Ia juga mengingatkan bahwa instruksi yang sebelumnya telah disampaikan dalam kunjungan ke daerah lain harus dijalankan tanpa pengecualian.

“Coba cek semua, begitu tidak ikut perintah, saya kasih peringatan,” tambahnya.

Menurut Amran, tindakan tegas ini menjadi bentuk komitmen untuk menegakkan disiplin dalam pengelolaan aset negara, khususnya di sektor pertanian.

Ia menilai tidak boleh ada toleransi terhadap kelalaian yang berpotensi merugikan negara.

Alsintan, lanjutnya, merupakan instrumen penting dalam mendorong produktivitas pertanian dan efisiensi kerja petani.

Karena itu, setiap unit harus dijaga dan dimanfaatkan secara maksimal.

Selama ini, Kementerian Pertanian telah menyalurkan berbagai bantuan alsintan ke berbagai daerah sebagai upaya mempercepat mekanisasi dan meningkatkan produksi pangan nasional.

Baca Juga: Kepergok Mencuri di Minimarket Pria Bawa Golok Diamuk Warga di Tanjung Priok

Amran menegaskan bahwa seluruh bantuan tersebut harus diperlakukan sebagai aset strategis negara.

Selain alsintan, fasilitas perbenihan juga memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan, sehingga pengelolaannya harus dilakukan dengan disiplin tinggi.

Ia pun memastikan pengawasan terhadap penggunaan dan perawatan aset negara akan terus diperketat ke depannya.

Langkah ini, menurutnya, menjadi pengingat bagi seluruh jajaran bahwa keberpihakan kepada petani tidak hanya diwujudkan melalui program bantuan.

Lebih dari itu, tanggung jawab menjaga setiap rupiah uang rakyat menjadi bagian penting dari upaya membangun sektor pertanian yang berkelanjutan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.