Banten

Waduh! Trump Ancam Iran Serangan Lanjutan Pulau Kharg Jika Tak Segera Buka Selat Hormuz

Cristina Malonda | 22 Maret 2026, 12:43 WIB
Waduh! Trump Ancam Iran Serangan Lanjutan Pulau Kharg Jika Tak Segera  Buka Selat Hormuz
Waduh! Trump Ancam Iran Serangan Lanjutan Pulau Kharg Jika Tak Segera Buka Selat Hormuz

AKURAT BANTEN - Nampaknya ketegangan geopolitik di Timur Tengah belum juga reda setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pernyataan tegas terkait situasi di Selat Hormuz.

Pemerintah AS disebut tengah mempertimbangkan langkah strategis, termasuk kemungkinan operasi militer untuk menguasai Pulau Kharg di Iran.

Pulau Kharg sendiri dikenal sebagai salah satu pusat ekspor minyak paling vital bagi Iran. Lokasinya yang strategis menjadikan pulau ini titik kunci dalam jalur distribusi energi global.

Baca Juga: Rayakan Lebaran di Tengah Perang, Presiden Iran: Kami Tidak Cari Konflik, Negara Muslim Adalah Saudara

Pernyataan resmi dari Gedung Putih pada Jumat (20/3/2026) muncul setelah laporan dari Axios mengungkap adanya skenario potensial berupa pendudukan atau blokade Pulau Kharg.

Langkah ini disebut-sebut sebagai upaya menekan Iran agar membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran internasional yang sangat penting bagi perdagangan minyak dunia.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Penutupan sebagian akses oleh Iran berdampak langsung terhadap distribusi energi global, memicu kekhawatiran pasar dan lonjakan harga minyak.

Baca Juga: Siapa Yariv Levin? Sosok di Balik Rumor Pengganti Benjamin Netanyahu yang Mengguncang Publik

Situasi ini semakin diperparah oleh konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak akhir Februari 2026. Ketegangan tersebut meningkatkan risiko gangguan lebih luas terhadap stabilitas kawasan.

AS Siapkan Opsi Militer

Pemerintah AS dilaporkan telah meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah, termasuk pengerahan tambahan pasukan Marinir. Langkah ini memicu spekulasi bahwa operasi darat bisa saja dilakukan dalam waktu dekat.

Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih, Anna Kelly, menegaskan kesiapan militer negaranya untuk bertindak kapan saja jika mendapat instruksi langsung dari presiden.

Baca Juga: Ternyata Bukan Hal Gaib, Ini Penjelasan Pakar Ilmiah Soal Daun Tidak Bergerak Saat Salat Id Idul Fitri

Ia juga menyebut bahwa berbagai skenario telah disiapkan guna mengantisipasi kemungkinan respons dari Iran, terutama terkait ancaman terhadap kebebasan navigasi dan distribusi energi global.

Klaim Serangan dan Ancaman Lanjutan

Sebelumnya, Donald Trump mengklaim bahwa militer AS telah melancarkan serangan ke Pulau Kharg dan menghancurkan sejumlah target strategis di wilayah tersebut.

Ia juga memperingatkan bahwa serangan lanjutan dapat dilakukan apabila Iran tetap mempertahankan blokade di Selat Hormuz.

Langkah-langkah ini menandai eskalasi serius dalam konflik yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global, khususnya sektor energi.

Baca Juga: Donald Trump Nyerah? AS Pertimbangkan Akhiri Perang Iran, Berikut Alasan Penghentian Operasi Militer

Blokade di Selat Hormuz tidak hanya berdampak regional, tetapi juga global. Gangguan terhadap jalur distribusi minyak menyebabkan kenaikan harga energi dan meningkatkan ketidakpastian pasar internasional.

Pengamat menilai, jika konflik terus berlanjut, dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor ekonomi dunia. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.