Banten

Warga Bongkar Akar Banjir Parung Jaya Sodetan Puri 11, Drainase Metland Cyber Puri Disebut Lumpuh

David Amanda | 31 Maret 2026, 22:11 WIB
Warga Bongkar Akar Banjir Parung Jaya Sodetan Puri 11, Drainase Metland Cyber Puri Disebut Lumpuh
Warga Bongkar Akar Banjir Parung Jaya Sodetan Puri 11 Disorot, Drainase Metland Cyber Puri Disebut Lumpuh (David Amanda/Akurat Banten)

AKURAT BANTEN - Fakta baru terkait banjir yang berulang di Parung Jaya, Kecamatan Karang Tengah, mulai terkuak. Dalam forum warga yang dihadiri aparat kelurahan, kepolisian, hingga Satpol PP Kota Tangerang, perwakilan warga, Maryadi, membongkar dugaan akar persoalan yang selama ini dinilai luput dari perhatian.

Maryadi, yang mengaku memiliki latar belakang sebagai civil engineer, menyebut persoalan banjir bukan sekadar akibat sampah seperti yang kerap ditudingkan, melainkan akibat persoalan teknis yang kompleks dari hulu hingga hilir.

"Masalah ini sudah lama, tapi responnya lambat. Saya bicara berdasarkan data, bukan asumsi," tegas Maryadi di hadapan forum.

Baca Juga: Fenomena Pink Moon Hiasi Langit Awal April, Ini Bisa Disaksikan Langsung Tanpa Alat

Ia mengungkapkan, perubahan arah aliran air menjadi salah satu penyebab utama banjir di wilayah tersebut.

Menurutnya, pembangunan sodetan baru di kawasan Puri 11 telah mengalihkan debit air ke Parung Jaya tanpa sepengetahuan warga.

"Dulu sebelum ada sodetan baru itu, wilayah kami tidak banjir. Tapi setelah dibuka sodetan dekat Pondok Bahar di Puri 11, air semuanya mengarah ke sini," ujarnya.

Tak hanya itu, Maryadi juga memaparkan hasil penelusuran teknis yang dilakukan bersama timnya. Ia menemukan sejumlah persoalan krusial di sistem drainase dan aliran sungai.

Baca Juga: Warga Bantah Pernyataan Metland Cyber Puri Kota Tangerang, Sebut Pengembang Tidak Kuasai Medan Lapangan

Mulai dari sedimentasi yang menumpuk hingga membentuk delta, saluran yang tidak berfungsi, hingga manhole (lubang kontrol) yang mati total. Bahkan, ia menyebut ada sekitar 300 meter saluran sungai yang belum memiliki turap sehingga memperparah kondisi aliran air.

"Aliran itu tidak lancar karena sedimentasi. Saluran juga banyak yang tidak berfungsi. Ini bukan masalah sepele," katanya.

Sorotan tajam juga diarahkan kepada pengelola kawasan perumahan, khususnya Metland. Maryadi menyebut drainase milik kawasan tersebut sebelumnya dalam kondisi tidak berfungsi sama sekali.

Baca Juga: WFH ASN Usai Lebaran Diterapkan Sepekan Sekali, Pemprov DKI Pastikan Bukan Hari Rabu

"Drainase Metland itu sebelumnya benar-benar tidak berfungsi. Setelah saya komunikasi, baru ada tindakan. Sekarang alirannya sudah mulai membaik," ungkapnya.

Pernyataan ini sekaligus membantah narasi yang sebelumnya menyebut banjir disebabkan oleh sampah warga. Menurut Maryadi, persoalan utamanya justru ada pada sistem yang tidak berjalan.

Ia menegaskan seluruh temuannya didukung data lengkap berupa foto dan video, baik saat musim kemarau maupun musim hujan.

"Saya punya data lengkap. Kalau mau bicara solusi, kita harus pakai data, bukan saling menyalahkan," tegasnya.

Baca Juga: Bansos April 2026 Mulai Cair Ini Daftar Lengkap dan Cara Mudah Cek Penerima

Sebagai langkah ke depan, warga mendesak adanya forum bersama yang melibatkan seluruh pihak terkait, mulai dari pengelola Puri 11 sebagai wilayah hulu, Metland, hingga pihak Mandaya, dengan fasilitasi pemerintah setempat.

"Harus duduk bareng. Ini tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Semua pihak harus terbuka dan bertanggung jawab," pungkas Maryadi.

Hingga berita ini di turunkan, redaksi Akurat.co Banten masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Metland Cyber Puri dan Puri 11 terkait hal tersebut. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.