Perang Berakhir? Donald Trump Ingin Cepat Hentikan Konflik dengan Iran Jelang Pemilu AS

AKURAT BANTEN - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah strategis untuk segera mengakhiri ketegangan dengan Iran.
Keputusan ini didorong oleh kekhawatiran bahwa konflik militer yang berlarut-larut dapat berdampak negatif pada posisi Partai Republik dalam pemilihan Kongres mendatang.
Menurut laporan majalah Time, Trump ingin segera mengklaim kemenangan dan menghentikan konflik sebelum risiko politik semakin membesar. Sumber internal menyebutkan bahwa peluang untuk keluar dari situasi ini dengan mulus cukup kecil.
Baca Juga: Perang Iran Memanas! Rudal IRGC Hantam Kapal Induk dan Jatuhkan Jet Tempur AS
Seorang pejabat senior Amerika Serikat mengungkapkan bahwa ruang gerak pemerintah saat ini semakin terbatas. Konflik yang berkepanjangan dinilai dapat menggerus dukungan publik terhadap Partai Republik, terutama menjelang pemilihan paruh waktu yang sangat krusial.
Pemilu tersebut dijadwalkan berlangsung pada 3 November, di mana seluruh kursi di Dewan Perwakilan Rakyat dan sebagian kursi Senat akan diperebutkan. Saat ini, Partai Republik masih memegang kendali di kedua lembaga legislatif tersebut.
Laporan juga mengungkap momen penting yang terjadi di kediaman pribadi Trump di Mar-a-Lago pada 27 Februari. Di lokasi tersebut, sejumlah penasihat dan ajudan berkumpul untuk membahas operasi terkait Iran.
Baca Juga: Usai Hina Putra Mahkota Arab Saudi, Trump Ketahuan Telepon MBS, Bahas Gencatan Senjata dengan Iran
Namun, Trump dilaporkan merasa tidak nyaman dengan banyaknya orang yang hadir, termasuk beberapa individu yang tidak ia kenal secara dekat. Kekhawatiran akan kebocoran informasi membuatnya mengambil langkah drastis.
Secara tiba-tiba, ia mengumumkan pembatalan operasi tersebut di hadapan para peserta rapat. Setelah ruangan dikosongkan, Trump kemudian memanggil kembali sekelompok kecil ajudan terpercaya untuk melanjutkan diskusi secara tertutup.
Langkah ini mencerminkan pendekatan hati-hati Trump dalam mengelola isu keamanan nasional sekaligus menjaga stabilitas politik domestik. Dengan tekanan yang meningkat menjelang pemilu, keputusan terkait konflik internasional menjadi semakin sensitif.
Baca Juga: PDIP Desak Usut Tuntas Kasus Pemerkosaan di Gerai KDMP Tangerang
Jika tidak ditangani dengan tepat, situasi ini berpotensi memengaruhi keseimbangan kekuatan di Kongres serta arah kebijakan Amerika Serikat ke depan. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







