Banten

Perang Berakhir? Donald Trump Ingin Cepat Hentikan Konflik dengan Iran Jelang Pemilu AS

Cristina Malonda | 3 April 2026, 19:31 WIB
Perang Berakhir? Donald Trump Ingin Cepat Hentikan Konflik dengan Iran Jelang Pemilu AS
Donald Trump Ingin Cepat Hentikan Konflik dengan Iran Jelang Pemilu AS (istimewa)

AKURAT BANTEN - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah strategis untuk segera mengakhiri ketegangan dengan Iran.

Keputusan ini didorong oleh kekhawatiran bahwa konflik militer yang berlarut-larut dapat berdampak negatif pada posisi Partai Republik dalam pemilihan Kongres mendatang.

Menurut laporan majalah Time, Trump ingin segera mengklaim kemenangan dan menghentikan konflik sebelum risiko politik semakin membesar. Sumber internal menyebutkan bahwa peluang untuk keluar dari situasi ini dengan mulus cukup kecil.

Baca Juga: Perang Iran Memanas! Rudal IRGC Hantam Kapal Induk dan Jatuhkan Jet Tempur AS

Seorang pejabat senior Amerika Serikat mengungkapkan bahwa ruang gerak pemerintah saat ini semakin terbatas. Konflik yang berkepanjangan dinilai dapat menggerus dukungan publik terhadap Partai Republik, terutama menjelang pemilihan paruh waktu yang sangat krusial.

Pemilu tersebut dijadwalkan berlangsung pada 3 November, di mana seluruh kursi di Dewan Perwakilan Rakyat dan sebagian kursi Senat akan diperebutkan. Saat ini, Partai Republik masih memegang kendali di kedua lembaga legislatif tersebut.

Laporan juga mengungkap momen penting yang terjadi di kediaman pribadi Trump di Mar-a-Lago pada 27 Februari. Di lokasi tersebut, sejumlah penasihat dan ajudan berkumpul untuk membahas operasi terkait Iran.

Baca Juga: Usai Hina Putra Mahkota Arab Saudi, Trump Ketahuan Telepon MBS, Bahas Gencatan Senjata dengan Iran

Namun, Trump dilaporkan merasa tidak nyaman dengan banyaknya orang yang hadir, termasuk beberapa individu yang tidak ia kenal secara dekat. Kekhawatiran akan kebocoran informasi membuatnya mengambil langkah drastis.

Secara tiba-tiba, ia mengumumkan pembatalan operasi tersebut di hadapan para peserta rapat. Setelah ruangan dikosongkan, Trump kemudian memanggil kembali sekelompok kecil ajudan terpercaya untuk melanjutkan diskusi secara tertutup.

Langkah ini mencerminkan pendekatan hati-hati Trump dalam mengelola isu keamanan nasional sekaligus menjaga stabilitas politik domestik. Dengan tekanan yang meningkat menjelang pemilu, keputusan terkait konflik internasional menjadi semakin sensitif.

Baca Juga: PDIP Desak Usut Tuntas Kasus Pemerkosaan di Gerai KDMP Tangerang

Jika tidak ditangani dengan tepat, situasi ini berpotensi memengaruhi keseimbangan kekuatan di Kongres serta arah kebijakan Amerika Serikat ke depan. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.