Prancis Kirim 39 Kendaraan Lapis Baja ke Lebanon, Konflik Kawasan Kian Memanas

AKURAT BANTEN - Pemerintah Prancis kembali menunjukkan komitmennya terhadap stabilitas di Timur Tengah dengan mengirimkan puluhan kendaraan militer ke Lebanon.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung keamanan serta bantuan kemanusiaan bagi negara tersebut.
Menteri Pertahanan Prancis, Catherine Vautrin, mengonfirmasi bahwa sebanyak 39 kendaraan lapis baja telah dikirimkan ke Lebanon pada pekan lalu. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan media lokal pada Kamis.
Baca Juga: DPRD Dorong Pengambilan Paksa PSU, Aset 1.078 Hektare di Kota Tangerang Terancam Hilang
Tak hanya bantuan berupa alutsista, Prancis juga aktif memberikan pelatihan kepada angkatan bersenjata Lebanon guna memperkuat kapasitas pertahanan negara itu di tengah situasi yang masih memanas.
Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menegaskan bahwa negaranya akan terus menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus mendukung institusi militer Lebanon dalam menjaga stabilitas kawasan.
Di sisi lain, dinamika geopolitik kawasan semakin kompleks. Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Selasa (7/4) mengumumkan bahwa dirinya telah menyetujui kesepakatan gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran.
Dalam pernyataannya, ia juga menyebut bahwa Iran bersedia membuka jalur strategis Selat Hormuz.
Namun, ketegangan tetap terjadi. Pada Rabu, militer Israel dilaporkan melancarkan serangan udara dan artileri ke sejumlah wilayah di Lebanon selatan, termasuk kota besar Tyre.
Trump menegaskan bahwa penghentian serangan Israel terhadap Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran, dengan alasan keterlibatan kelompok Hizbullah.
Baca Juga: Tak Gentar! Indonesia Tantang Dunia Internasional Segera Hentikan Kebrutalan Israel di Lebanon
Sementara itu, pihak Iran menilai serangan tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah dicapai bersama Amerika Serikat.
Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun upaya diplomasi terus dilakukan, stabilitas kawasan masih menghadapi berbagai tantangan yang kompleks. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan
- 10Jerman Peringatkan Rusia Bisa Ancam NATO pada 2029, Eropa Mulai Siaga Perang








