Terkuak! Jejak Kelam Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus di Jakarta dalam Napak Tilas 53

AKURAT BANTEN - Sebanyak 53 orang mengikuti kegiatan napak tilas untuk menelusuri kembali rangkaian peristiwa penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Aksi ini digelar tepat satu bulan setelah insiden tersebut terjadi sebagai bentuk peringatan sekaligus pengingat publik atas kasus yang belum terungkap.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh aktivis HAM Fatia Maulidiyanti dari Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) bersama Sarah dari Perempuan Mahardika dengan pengawalan aparat kepolisian.
Baca Juga: Jokowi Desak Kasus Ijazah Segera Disidangkan, Siap Bongkar Bukti Asli di Pengadilan
Rombongan memulai perjalanan dari Kantor YLBHI di Jakarta Pusat, lokasi terakhir Andrie berada sebelum peristiwa tragis itu terjadi.
Menurut keterangan, tempat tersebut juga diduga menjadi titik pemantauan para pelaku sebelum aksi penyiraman dilakukan terhadap korban.
Sarah menjelaskan bahwa rekaman CCTV menunjukkan adanya aktivitas mencurigakan di sekitar area tersebut sebelum kejadian berlangsung.
Baca Juga: Dua Perempuan Jadi Tersangka Penistaan Agama, Usai Video Injak Al-Quran Viral
“Di sebelah sana (seberang), yang ada pohon itu, itu adalah pos di mana OTK (orang tak dikenal) 1 dan 2 melakukan standby,” ucap Sarah.
Ia juga menyebutkan terdapat sekitar enam hingga tujuh orang yang diduga telah berkoordinasi sebelum mengikuti pergerakan Andrie.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju SPBU Cikini yang menjadi salah satu titik pemberhentian Andrie saat mengisi bahan bakar sepeda motornya.
Baca Juga: Jokowi Desak Kasus Ijazah Segera Disidangkan, Siap Bongkar Bukti Asli di Pengadilan
Di lokasi tersebut, korban disebut sudah mulai dibuntuti oleh sejumlah orang yang bergerak secara terorganisir.
Fatia Maulidiyanti mengungkapkan bahwa terdapat dua sepeda motor yang mengikuti Andrie dari arah seberang hingga kawasan SPBU Cikini.
“Berarti ada sekitar empat orang yang terus membuntuti pergerakan Andrie sejak dari sekitar YLBHI,” ujar Fatia.
Baca Juga: Masalah Anggaran Laptop BGN Jadi Sorotan, Kerugian Negara Tembus Triliunan Jika Kepala BGN Jadi Beli
Salah satu peserta bernama Hema (29) yang merupakan teman dekat korban mengaku masih mengalami trauma hingga saat ini.
“Setiap kali melihat foto Andrie, saya selalu teringat video kejadian itu, sampai sekarang pelaku belum juga terungkap,” ucap Hema.
Setelah dari SPBU Cikini, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Taman Diponegoro untuk menuliskan pesan solidaritas kepada Andrie Yunus.
Baca Juga: Dua Perempuan Jadi Tersangka Penistaan Agama, Usai Video Injak Al-Quran Viral
Pesan-pesan tersebut ditulis di atas kertas kecil sebagai bentuk dukungan moral dari para peserta napak tilas.
Rute kemudian berlanjut ke Jalan Talang yang menjadi lokasi utama terjadinya penyiraman air keras terhadap korban.
Di tempat itu, peserta menggelar aksi solidaritas dengan memasang pita berwarna pink serta melakukan doa bersama.
Baca Juga: Jokowi Desak Kasus Ijazah Segera Disidangkan, Siap Bongkar Bukti Asli di Pengadilan
Sejumlah mural juga dibuat oleh tiga seniman, yakni Kemas, Zulfi, dan Ale yang menggambarkan sosok Andrie Yunus secara visual.
Mural tersebut menampilkan wajah Andrie lengkap dengan namanya serta siluet 16 orang yang diduga terlibat dalam peristiwa itu.
Kegiatan napak tilas ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap oleh Gerakan Solidaritas untuk Andrie Yunus yang menuntut keadilan dan pengungkapan kasus secara tuntas.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










