Gencatan Senjata Paskah Kembali Retak, Ukraina dan Rusia Saling Klaim Ribuan Pelanggaran

AKURAT BANTEN - Ketegangan antara Ukraina dan Rusia kembali memanas setelah kedua pihak saling menuduh telah melanggar kesepakatan gencatan senjata Paskah dalam jumlah besar.
Kesepakatan penghentian sementara pertempuran yang diharapkan membawa ketenangan justru dinilai gagal meredam konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Meski momen Paskah Ortodoks menjadi alasan diberlakukannya jeda pertempuran, kenyataannya serangan tetap terjadi di berbagai titik garis depan.
Baca Juga: Aksi Ugal-ugalan Innova Zenix di Karawang Berakhir di Tol Japek KM 55, Polisi Ungkap Kronologi
Militer Ukraina melaporkan bahwa tercatat ribuan pelanggaran yang dilakukan pihak Rusia selama masa gencatan senjata.
Dalam pernyataannya, pihak militer menyebut, "Per 12 April 2026 pukul 07.00, tercatat 2.299 pelanggaran gencatan senjata."
Mereka merinci insiden tersebut mencakup puluhan serangan darat, ratusan tembakan artileri, serta ribuan operasi drone tempur termasuk drone FPV.
Baca Juga: Dua Perempuan Jadi Tersangka Penistaan Agama, Usai Video Injak Al-Quran Viral
Di sisi lain, Rusia juga melontarkan tuduhan serupa terhadap Ukraina dengan jumlah pelanggaran yang hampir setara.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah mencatat ribuan aksi pelanggaran yang dilakukan oleh pasukan Ukraina dalam periode yang sama.
"Sebanyak 1.971 pelanggaran gencatan senjata oleh unit angkatan bersenjata Ukraina telah tercatat," demikian pernyataan resmi mereka.
Pihak Moskow menuduh Kyiv melakukan serangan intensif menggunakan artileri, tank, serta drone FPV dalam jumlah besar.
Tidak hanya itu, Rusia juga menyebut adanya penggunaan drone untuk menjatuhkan berbagai jenis amunisi di area konflik.
Meski situasi memanas, laporan dari Ukraina menunjukkan adanya penurunan intensitas serangan jarak jauh selama periode tersebut.
Tidak ditemukan penggunaan drone Shahed, bom berpemandu, maupun rudal dalam waktu gencatan senjata berlangsung.
Hal ini mengindikasikan bahwa meski pelanggaran tetap terjadi, skala serangan tidak sebesar biasanya.
Di wilayah Kharkiv, situasi dilaporkan relatif lebih kondusif dibanding hari-hari sebelumnya.
Baca Juga: Aksi Ugal-ugalan Innova Zenix di Karawang Berakhir di Tol Japek KM 55, Polisi Ungkap Kronologi
Seorang perwira Ukraina menyampaikan bahwa meski tidak sepenuhnya aman, kondisi memungkinkan warga merasakan suasana hari raya.
"Rekan-rekan kami punya kesempatan untuk memberkati keranjang Paskah mereka dan merasakan kehangatan serta kebahagiaan hari raya ini," ujar Letnan Kolonel Vasyl Kobziak.
Gencatan senjata ini sendiri diumumkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dengan durasi terbatas selama 32 jam.
Langkah tersebut disebut sebagai respons terhadap usulan penghentian sementara konflik dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Namun, seperti yang terjadi sebelumnya, kesepakatan tersebut kembali diwarnai dengan saling tuding pelanggaran dari kedua belah pihak.
Konflik yang bermula sejak invasi Rusia pada Februari 2022 itu hingga kini telah menelan korban jiwa dalam jumlah besar.
Baca Juga: Trauma Mendalam, Istri Petugas Damkar Kota Tangerang Takut Pulang ke Rumah Usai Penganiayaan
Ratusan ribu orang dilaporkan tewas, sementara jutaan lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Perang ini pun tercatat sebagai salah satu konflik paling mematikan di Eropa sejak berakhirnya Perang Dunia II.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








