Banten

Iran Tutup Selat Hormuz, Satu Tanker LPG Indonesia Berhasil Keluar di Menit Terakhir

Abdurahman | 20 April 2026, 11:55 WIB
Iran Tutup Selat Hormuz, Satu Tanker LPG Indonesia Berhasil Keluar di Menit Terakhir
Ilustrasi Satu Tanker LPG Indonesia Berhasil Keluar di Menit Terakhir (Akurat Banten/Gemini/Rahman)

AKURAT BANTEN – Ketegangan di jantung jalur energi dunia mencapai titik didihnya. Hanya beberapa saat sebelum militer Iran secara resmi mengumumkan penutupan total Selat Hormuz, sebuah kapal tanker raksasa bermuatan Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang ditujukan untuk Indonesia dilaporkan berhasil melintas keluar dari zona bahaya.

Lolosnya kapal tanker ini dianggap sebagai keberuntungan besar bagi ketahanan energi nasional, mengingat situasi di wilayah Teluk kini telah berubah menjadi "kotak penalti" yang tertutup rapat bagi lalu lintas komersial.

Baca Juga: Panas di Selat Hormuz, India Panggil Dubes Iran Usai Insiden Penembakan

Kejar-kejaran dengan Waktu

Berdasarkan data pelayaran terbaru per 20 April 2026, kapal tanker Crave berbendera Panama yang membawa pasokan LPG dari Uni Emirat Arab, melakukan manuver krusial pada Sabtu sore.

Kapal ini memanfaatkan celah sempit saat otoritas keamanan Iran sempat melonggarkan pengawasan sebelum akhirnya "menggembok" kembali jalur tersebut.

Langkah ini dilakukan Iran sebagai respons atas meningkatnya eskalasi politik dengan Amerika Serikat.

Tak lama setelah kapal pengangkut LPG tersebut melewati titik keluar selat, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) langsung menyiagakan kapal perang dan menutup akses bagi kapal tanker lainnya.

Keberhasilan satu tanker ini adalah napas lega bagi jutaan dapur di Indonesia. Di tengah blokade total Selat Hormuz, setiap tetes LPG yang berhasil keluar dari sana adalah jaminan bahwa stok energi kita tidak akan lumpuh dalam waktu dekat.

Baca Juga: Kapal India Diberondong di Selat Hormuz, Iran Diprotes Keras Lakukan Kesalahan Beruntun?

Mengapa Selat Hormuz Begitu Menakutkan?

Bagi masyarakat Indonesia, penutupan Selat Hormuz bukan sekadar berita mancanegara. Wilayah ini adalah "urat nadi" yang menyalurkan hampir 20% pasokan minyak dan gas dunia.

Jika jalur ini tertutup dalam jangka panjang, dampaknya akan instan:

  • Stok LPG Nasional: Indonesia sangat bergantung pada impor LPG untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

  • Tekanan Subsidi: Kelangkaan pasokan akan memaksa pemerintah merogoh kocek lebih dalam untuk subsidi, atau risiko kenaikan harga di tingkat pengecer.

  • Efek Domino BBM: Harga minyak mentah dunia diprediksi akan melonjak melampaui angka psikologis jika blokade terus berlanjut.

Baca Juga: Iran vs AS Memanas: Selat Hormuz Disegel Lagi, Jalur Logistik Global Terputus Malam Ini

Pertamina dalam Siaga Tinggi

Meski satu kapal berhasil lolos di menit terakhir, tantangan besar masih membentang.

Laporan menyebutkan bahwa masih ada beberapa kapal tanker terafiliasi Indonesia yang berada dalam posisi siaga di sekitar perairan Teluk, menunggu instruksi keamanan lebih lanjut.

Pemerintah melalui Pertamina kini dikabarkan tengah menyiapkan skenario darurat, termasuk mencari sumber pasokan alternatif dari wilayah non-Timur Tengah seperti Amerika Serikat atau Australia untuk mengantisipasi jika penutupan Selat Hormuz berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan. (**)


Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman