Banten

Eksklusif: Bocoran 'Skenario Lirboyo' Mengguncang PBNU, Gus Yahya Angkat Bicara di Tengah Isu Desakan Mundur

Saeful Anwar | 21 Desember 2025, 21:29 WIB
Eksklusif: Bocoran 'Skenario Lirboyo' Mengguncang PBNU, Gus Yahya Angkat Bicara di Tengah Isu Desakan Mundur

AKURAT BANTEN – Dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendadak memanas menyusul beredarnya dokumen rahasia yang disebut-sebut sebagai hasil pertemuan strategis di lingkungan Pesantren Lirboyo, Kediri, Minggu (21/12/2025).

Dokumen tersebut mengungkap tiga skenario besar yang berpotensi mengubah peta kekuatan di tubuh organisasi Islam terbesar di dunia ini.

Baca Juga: Dicegat Massa di Nias Selatan, Wapres Gibran Beri Jawaban Tak Terduga Soal PT Gruti!

Tiga Skenario Panas: Dari MLB hingga Desakan Mundur

Dokumen yang beredar luas di kalangan nahdliyin tersebut memuat poin-poin krusial yang secara langsung menyasar kepemimpinan pusat.

Adapun tiga skenario utama yang terungkap meliputi:

  • Percepatan Muktamar: Mendesak PBNU untuk segera melakukan Muktamar dengan skema mandataris Lampung (islah).
  • Gerakan dari Bawah: Mendorong PWNU dan PCNU di seluruh daerah untuk mengusulkan Muktamar Luar Biasa (MLB) secara tertulis.
  • Desakan Mundur Gus Yahya: Meminta Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), untuk mundur secara terhormat, yang kemudian akan diikuti desakan serupa kepada Rais Aam.

Tak hanya itu, dokumen tersebut juga menyebutkan rencana pengiriman surat kepada Presiden Prabowo Subianto.

Poin intinya? Meminta kepala negara untuk tetap netral dan tidak mengesahkan SK Kemenkumham terbaru terkait kepengurusan PBNU di tengah konflik yang terjadi.

Baca Juga: Ironi Bupati Bekasi Ade Kuswara: Dulu Dipuji Ayah Pemimpin Amanah, Kini Terjaring OTT KPK dengan Harta Rp79 Miliar, Ini Rinciannya!

Respon Keras PBNU: "Ini di Luar Pakem NU"

Menanggapi kabar burung yang kian kencang, Ketua PBNU Prof. Moh Mukri memberikan pernyataan tegas.

Ia mengakui telah melihat bocoran dokumen tersebut namun menilai langkah-langkah yang tercantum tidak sesuai dengan tradisi organisasi.

"Iya benar, saya juga mendapatkan bocorannya. Ini di luar pakem dan mekanisme Nahdlatul Ulama ada skenario seperti ini," tegas Prof. Mukri.

Meskipun menghormati forum di Lirboyo sebagai wadah kultural para kiai, Mukri mengingatkan bahwa NU adalah organisasi besar yang memiliki konstitusi jelas.

"Keputusan organisasi harus berjalan sesuai aturan dan mekanisme jam'iyyah (AD/ART). Di situlah marwah NU dijaga," pungkasnya.

Baca Juga: Skandal Perselingkuhan Oknum Disdik Bogor: Sanksi Pemecatan dan Pesan Menohok Bupati Rudy Susmanto

Kehadiran Gus Yahya di Lirboyo: Upaya Menjaga Keutuhan?

Menariknya, di tengah isu desakan mundur tersebut, Gus Yahya justru hadir langsung di lokasi pertemuan bertajuk 'Musyawarah Kubro Menjaga Keutuhan Jam'iyyah Nahdlatul Ulama' tersebut.

Kehadirannya diklaim atas undangan langsung dari para mustasyar dan sesepuh NU.

"Saya dipanggil oleh para sesepuh, Kiai Anwar Mansur, Kiai Nurul Huda Jazuli, Kiai Ma'ruf Amin. Maka saya hadir di sini," ujar Gus Yahya di hadapan awak media.

Gus Yahya menegaskan bahwa kehadirannya membawa misi perbaikan.

Ia berharap pertemuan ini bisa memulihkan integritas tatanan organisasi agar gangguan yang terjadi di tingkat akar rumput bisa segera tertangani.

"Yang sudah terlanjur terjadi merupakan gangguan terhadap tatanan yang kita anggap sebagai kekeliruan, tetapi diperbaiki," imbuhnya diplomatis.
Menanti Sikap Rais Aam

Hingga berita ini diturunkan, kehadiran Rais Aam PBNU, KH Miftahul Akhyar, masih menjadi tanda tanya.

Gus Yahya menyebut bahwa Rais Aam turut diundang, namun belum bisa memastikan kehadirannya.

Akankah "Skenario Lirboyo" ini benar-benar memicu Muktamar Luar Biasa, atau justru menjadi titik balik rekonsiliasi total di tubuh PBNU?

Publik kini menantikan langkah strategis selanjutnya dari para masyayikh dan jajaran pengurus pusat (**) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman