Pemberhentian Jaksa Usai OTT KPK, Muhammadiyah: Ini Sikap Tegas yang Patut Dicontoh

AKURAT BANTEN - Keputusan Jaksa Agung untuk memberhentikan sementara sejumlah jaksa usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Langkah tersebut dinilai sebagai sinyal kuat komitmen pembenahan internal di tubuh Kejaksaan.
Pemberhentian sementara itu dilakukan sebagai respons cepat atas dugaan keterlibatan aparat penegak hukum dalam praktik korupsi.
Kebijakan ini dianggap penting untuk menjaga marwah institusi sekaligus memastikan proses hukum berjalan secara objektif dan transparan.
Baca Juga: Prabowo Saksikan Secara Langsung Pengembalian Rp6,6 Triliun dan Ratusan Ribu Hektare Hutan ke Negara
Sekretaris Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Publik (LBH AP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ikhwan Fahrojih, menyebut keputusan tersebut sebagai langkah berani dan patut diapresiasi. Menurutnya, Kejaksaan Agung menunjukkan sikap terbuka dalam menghadapi persoalan di internal lembaganya.
“Saya mengapresiasi keterbukaan Jaksa Agung dalam melakukan pembersihan internal. Pemberhentian sementara ini adalah langkah yang sangat tepat,” kata Ikhwan, Rabu (24/12/2025).
Ia menilai, kebijakan tersebut tidak hanya penting untuk kepentingan penegakan hukum, tetapi juga untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan. Transparansi dan ketegasan, kata dia, menjadi kunci agar masyarakat tetap percaya pada aparat penegak hukum.
Baca Juga: Indosat Dorong Pemberdayaan UMKM Lewat Workshop Literasi Digital GenSi
Ikhwan juga menekankan bahwa pemberhentian sementara bukan bentuk vonis, melainkan langkah administratif agar proses pemeriksaan berjalan tanpa konflik kepentingan. Dengan demikian, penanganan kasus dapat dilakukan secara profesional dan akuntabel.
Menurutnya, langkah cepat Jaksa Agung juga menunjukkan bahwa Kejaksaan tidak mentoleransi dugaan pelanggaran etik maupun hukum, terlebih jika dilakukan oleh aparatnya sendiri. Hal ini dinilai sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan penegakan hukum bersih.
Di sisi lain, Ikhwan berharap pembersihan internal tidak berhenti pada kasus yang mencuat akibat OTT semata. Ia mendorong agar evaluasi menyeluruh dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah praktik serupa terulang di kemudian hari.
Baca Juga: Mentan Ultimatum Penyelundup Pangan Impor Ilegal Ancam Ketahanan Pangan Nasional
Ia juga menilai sinergi antara Kejaksaan Agung dan KPK harus terus dijaga. Kolaborasi antarlembaga penegak hukum dinilai penting untuk memperkuat upaya pemberantasan korupsi secara sistemik.
Langkah tegas ini diharapkan menjadi pesan kuat bagi seluruh aparat penegak hukum bahwa integritas adalah harga mati. Publik pun menanti konsistensi Kejaksaan Agung dalam menuntaskan proses hukum secara terbuka dan berkeadilan.
Dengan kebijakan tersebut, Kejaksaan Agung dinilai berada di jalur yang tepat untuk memperbaiki diri sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










