Banten

Ambulans Dijebak Debt Collector Pinjol di Sleman, Modus Panggilan Darurat Terbongkar

Riski Endah Setyawati | 22 April 2026, 20:29 WIB
Ambulans Dijebak Debt Collector Pinjol di Sleman, Modus Panggilan Darurat Terbongkar
Ilustrasi Ambulans (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Sebuah ambulans di Kabupaten Sleman mengalami insiden tidak terduga setelah diduga dijebak oleh debt collector (DC) pinjaman online dengan skenario panggilan darurat palsu.

Kejadian ini bermula ketika petugas ambulans menerima telepon permintaan evakuasi pasien dari sebuah indekos di wilayah Caturtunggal, Depok.

Penelepon yang mengaku dalam kondisi genting meminta agar pasien segera dibawa ke Rumah Sakit Panti Rapih.

Baca Juga: Video Syur Viral Pasangan di Batang Berujung Pernikahan, Polisi Buru Penyebar Konten

"Pasiennya itu ngomong emergency suruh membawa ke Rumah Sakit Panti Rapih," ujar Aziz Apri Nugroho.

Tanpa menaruh curiga, sopir ambulans bernama Muklis langsung bergerak menuju lokasi yang disebutkan demi memberikan pertolongan secepat mungkin.

Aziz menjelaskan bahwa layanan ambulans yang mereka jalankan bersifat sosial dan tidak berorientasi pada keuntungan.

Baca Juga: Wacana Pajak Kapal Selat Malaka Muncul, Pemerintah Hitung Potensi Pemasukan Baru

"Ya memang niatnya ming nulungi ibarate nek kami kan meng ambulans menginfak saja, monggo nggak dikasih, gratis ya nggak apa-apa," katanya.

Namun sesampainya di lokasi, petugas tidak menemukan pasien yang dimaksud dan justru mendapat informasi bahwa nama yang dicari sudah lama tidak tinggal di kos tersebut.

"(Nama yang dimaksud) sudah pindah tiga tahun yang lalu," jelasnya.

Baca Juga: Dana Jemaat Rp 28 Miliar Digelapkan Eks Pejabat Bank, Polisi Telusuri Aliran Uang Hingga Australia

Menyadari adanya kejanggalan, pihak ambulans kemudian mencoba menghubungi kembali nomor yang sebelumnya melakukan panggilan.

Dalam percakapan lanjutan, penelepon justru mengaku sebagai debt collector dari layanan pinjaman online.

Lebih mengejutkan lagi, DC tersebut meminta pihak ambulans untuk membantu menyampaikan pesan kepada nasabah agar segera melunasi utangnya.

Baca Juga: Video Syur Viral Pasangan di Batang Berujung Pernikahan, Polisi Buru Penyebar Konten

"Ngasih keterangan seperti itu," ungkap Aziz.

Peristiwa ini semakin menguatkan dugaan bahwa panggilan darurat tersebut hanyalah modus untuk menekan nasabah pinjol.

Tak hanya ambulans, Aziz juga menerima kabar bahwa petugas pemadam kebakaran mengalami kejadian serupa di hari yang sama.

Baca Juga: DPRD Tangsel Panggil Pengembang Bintaro XChange, Diduga Penyebab Disfungsi Kali Ciputat

"Kalau tidak salah laporannya soal adanya ular," katanya.

Hingga kini, pihak ambulans masih mempertimbangkan langkah hukum terkait insiden tersebut.

Meski belum memastikan akan melapor ke polisi, Aziz berharap kisah ini dapat menjadi perhatian aparat untuk menindak pelaku.

Baca Juga: Bareskrim Kejar DPO Bos Laboratorium Vape Etomidate Jakarta Frendry Dona alias Fhoku

Ia juga mengungkapkan bahwa kejadian serupa bukan pertama kali dialami oleh timnya.

Sekitar empat tahun lalu, ambulans mereka pernah menerima pesanan pengantaran jenazah di wilayah Condongcatur yang ternyata tidak benar adanya.

"Empat tahunan yang lalu itu saya kena order antar jenazah di Condongcatur, itu ternyata orangnya nggak ada," tuturnya.

Baca Juga: Video Syur Viral Pasangan di Batang Berujung Pernikahan, Polisi Buru Penyebar Konten

Insiden lain juga terjadi dua tahun lalu dengan pola yang hampir sama, membuat pihaknya semakin prihatin.

Menurut Aziz, tindakan seperti ini sangat merugikan karena menyita waktu dan tenaga yang seharusnya digunakan untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Ia menilai penyalahgunaan layanan darurat demi kepentingan penagihan utang adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.