Yogyakarta Terkepung Banjir: Gunungkidul dan Bantul Lumpuh Akibat Cuaca Ekstrem 28 Desember 2025

AKURAT BANTEN – Suasana akhir tahun di Yogyakarta mencekam. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak Sabtu siang (27/12) hingga Minggu pagi (28/12) mengakibatkan banjir besar melanda puluhan titik di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Wilayah Kabupaten Gunungkidul dan Bantul menjadi lokasi terdampak paling parah, menyebabkan aktivitas warga lumpuh total.
Baca Juga: Tragis! Gara-gara Game Online, Suami di Depok Tega Aniaya Istri Hingga Mata Kirinya Harus Dioperasi
Pantai Baron "Ditelan" Luapan Sungai Bawah Tanah
Salah satu momen paling mengejutkan terekam di Pantai Baron, Gunungkidul.
Pagi ini, Minggu (28/12) pukul 06.15 WIB, luapan air sungai bawah tanah menerjang kawasan pantai dengan debit yang sangat deras.
Air berwarna cokelat pekat tersebut naik drastis hingga masuk ke area permukiman dan warung-warung warga di pesisir pantai
Di Dusun Rejosari, Tanjungsari, ketinggian air dilaporkan mencapai 50 cm, memaksa warga untuk segera mengevakuasi barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Baca Juga: UPDATE! Sarinah Tetap Kokoh! Intip Kondisi Terkini Pasca Insiden Kebakaran Kecil di Ikon Jakarta
Bantul: Akses Jalan Samas Terputus
Kondisi tak kalah memprihatinkan terjadi di wilayah Bantul. Hujan yang tak kunjung reda membuat sistem drainase tidak mampu menampung debit air.
Kawasan sekitar Jalan Samas dilaporkan tergenang air setinggi lutut orang dewasa.
Banyak kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa berhenti atau memutar balik karena risiko mogok akibat genangan yang terlalu dalam.
Aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Bantul Selatan praktis terhenti sejak malam tadi.
BPBD DIY: Waspada Banjir Susulan!
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mengonfirmasi bahwa banjir ini merupakan banjir lokal akibat curah hujan ekstrem, bukan luapan dari sungai besar.
Meskipun tidak ada laporan korban jiwa, dampak kerugian material dan lumpuhnya akses transportasi menjadi perhatian utama petugas di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, petugas BPBD bersama tim relawan masih bersiaga di titik-titik rawan.
Warga yang tinggal di dataran rendah dan dekat saluran irigasi dihimbau untuk tetap waspada mengingat potensi hujan susulan masih sangat tinggi.
Baca Juga: TRAGEDI NYATA! Istri Menangis Histeris di Depan Jenazah, Padahal Suaminya Masih Hidup di Sawah!
Apa yang Harus Dilakukan Warga?
Segera Mengungsi jika air mulai masuk ke dalam rumah dengan ketinggian yang membahayakan.
- Matikan Aliran Listrik untuk menghindari risiko korsleting.
- Pantau Info Terkini dari kanal resmi BPBD atau media terpercaya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat Yogyakarta akan ancaman cuaca ekstrem di penghujung tahun 2025 (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










