Banten

Diduga Gegara Buru-buru Mau Upacara, Anggota Kodim Bantul Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas

Andi Syafrani | 22 Juli 2025, 17:56 WIB
Diduga Gegara Buru-buru Mau Upacara, Anggota Kodim Bantul Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas

AKURAT BANTEN - Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Parangtritis Kilometer 24, Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Kamis pagi, 17 Juli 2025. Seorang pejalan kaki bernama Yuliana (36 tahun) menjadi korban setelah tertabrak mobil yang dikendarai anggota TNI dari Kodim 0729/Bantul, Serda S.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, jalanan masih relatif lengang.

Namun nahas, mobil yang dikemudikan Serda S justru menabrak Yuliana yang tengah berjalan kaki di pinggir jalan. Korban mengalami luka berat dan sempat mendapat perawatan medis, namun nyawanya tak tertolong. Ia meninggal dunia pada Senin sore, 21 Juli 2025.

Baca Juga: Proyek Raksasa Hilirisasi dan Energi Siap Digarap, Total Investasi Capai Rp600 Triliun Lebih

Komandan Kodim 0729/Bantul, Letkol Inf Muhidin, menyampaikan rasa duka mendalam atas peristiwa tersebut.

"Turut berduka cita atas meninggalnya Ibu Yuliana. Kami semua keluarga besar Kodim ikut merasa kehilangan," ucapnya saat ditemui di kantornya, Selasa (22/7).

Menurut Muhidin, kabar duka itu diterimanya kemarin sore. Setelah mendapat informasi tersebut, seluruh anggota Kodim langsung bergerak untuk melayat ke rumah duka.

Baca Juga: Operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya Dihentikan, 16 Korban Masih Hilang di Laut Selat Bali

“Kami ikut takziah bersama ke kediaman almarhumah. Ini bentuk empati dan tanggung jawab kami sebagai satu institusi,” katanya.

Muhidin menjelaskan bahwa setiap tanggal 17, Kodim 0729/Bantul rutin menggelar upacara bendera pagi hari pukul 07.00 WIB. Pada hari kejadian, Serda S semestinya mengikuti upacara tersebut.

Namun pihaknya menerima laporan bahwa yang bersangkutan mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju markas.

Baca Juga: Gegara Sakit Hati, Tiga Pelaku Pembunuhan Wanita di Cisauk Terancam Hukuman Mati

“Dia mungkin panik dan terburu-buru karena harus sudah siap di lapangan pukul 06.30 WIB. Bisa jadi karena tekanan itu, konsentrasi mengemudi jadi terganggu,” jelasnya.

Kodim 0729/Bantul menegaskan akan mengikuti proses hukum yang berlaku. Pihaknya juga menyerahkan penanganan kasus ini kepada pihak berwenang, termasuk apabila ada proses penyelidikan lebih lanjut. Muhidin memastikan bahwa institusinya akan bersikap kooperatif dan bertanggung jawab dalam menyikapi kejadian ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC