PDIP Terkekeh soal Jokowi Injak Kepala Kerbau: Lambang Kami Banteng, Bukan Kerbau

AKURAT BANTEN – Prosesi adat yang dijalani Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat berkunjung ke Lampung menjadi sorotan publik.
Salah satu rangkaian acara yang memperlihatkan Jokowi menginjak kepala kerbau dalam ritual adat viral di media sosial dan memicu beragam tanggapan, termasuk dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Dalam video yang beredar luas, Jokowi terlihat mengikuti prosesi adat dengan menginjak kepala kerbau yang telah diletakkan di atas karpet merah. Momen tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi dan perbincangan di ruang publik.
Baca Juga: Hari Ini Roy Suryo Hadapi Polda Metro Jaya di Sidang Praperadilan, Gugatan Resmi Mulai Disidangkan
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengaku tidak mengetahui secara rinci makna prosesi adat tersebut. Menurutnya, ia tidak memiliki kapasitas untuk menafsirkan tradisi masyarakat Lampung, termasuk ritual yang melibatkan kepala kerbau.
Namun, Andreas menanggapi santai jika ada pihak yang mengaitkan prosesi tersebut dengan simbol Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Ia menegaskan bahwa lambang resmi PDIP bukanlah kerbau, melainkan banteng bermoncong putih.
"Kalau ada yang menafsirkan menginjak kepala kerbau sebagai simbol menghina PDI Perjuangan, itu keliru. Lambang PDI Perjuangan adalah banteng moncong putih, bukan kepala kerbau," ujarnya kepada wartawan.
Baca Juga: Said Didu Lempar Isu Mengejutkan, Prabowo Disebut Hanya Menjabat 2 Tahun, Lalu Digantikan Gibran?
Soroti Pemberian Gelar Adat kepada Jokowi
Selain menanggapi prosesi injak kepala kerbau, Andreas juga menyoroti pemberian gelar adat kepada Jokowi dalam kunjungan tersebut.
Menurutnya, seorang mantan presiden yang pernah menjadi simbol persatuan bangsa semestinya tidak lagi mengejar pengakuan dalam bentuk gelar adat di tingkat daerah.
Ia menilai figur yang pernah menduduki jabatan kepala negara seharusnya lebih identik dengan penghormatan berskala nasional maupun internasional dibandingkan seremoni yang bersifat lokal.
Baca Juga: Eko Kuntadhi Lempar Prediksi Mengejutkan, Pilpres 2029 Disebut Bisa Tak Digelar
Sebut Jokowi Masih "Main di Level Lokal"
Andreas bahkan melontarkan sindiran bahwa Jokowi seharusnya sudah berada pada level yang lebih tinggi setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Ia berpendapat publik akan lebih mengapresiasi apabila Jokowi memperoleh penghargaan akademik atau pengakuan dari lembaga internasional.
Menurut Andreas, mantan kepala negara seharusnya tidak lagi berkutat pada aktivitas yang dinilainya bersifat lokal. Ia pun mempertanyakan tujuan Jokowi menerima berbagai penghormatan adat di daerah.
Pernyataan tersebut menambah panjang polemik yang muncul setelah prosesi adat Jokowi di Lampung viral di media sosial dan menjadi bahan perbincangan publik. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5Brasil Pernah Bantai Thailand dan Vietnam 9-1, Kini Timnas Futsal Indonesia Kalah 0-3!
- 6UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 7Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 8Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027









