Banten

Tangisan Tak Berujung: 11 Orang Tewas Akibat Serangan Udara Israel, 9 di Antaranya Anak Dokter Gaza

Andi Syafrani | 26 Mei 2025, 16:22 WIB
Tangisan Tak Berujung: 11 Orang Tewas Akibat Serangan Udara Israel, 9 di Antaranya Anak Dokter Gaza

AKURAT BANTEN - Tragedi memilukan kembali menyelimuti Jalur Gaza. Dalam 48 jam terakhir, sedikitnya 11 anak dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel. Yang paling menyayat hati, sembilan di antaranya merupakan anak dari seorang dokter anak Palestina, Alaa Amir Al-Najjar. Ia tengah bertugas menyelamatkan nyawa orang lain di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, saat menerima kabar kehancuran keluarganya sendiri.

Baca Juga: Waduh! Kuasai Lahan Parkir RSUD Tangsel, Ormas PP Raup Keuntungan Hingga Rp1 Miliar Per-tahun

Dokter Al-Najjar kehilangan hampir seluruh buah hatinya dalam satu serangan. Dari sepuluh anak, sembilan dinyatakan meninggal dunia di lokasi, sementara satu lainnya, bersama suaminya, masih berjuang antara hidup dan mati di ruang perawatan intensif.

Baca Juga: Bareskrim Bongkar Sindikat Jual Beli Gading Gajah Ilegal, Pelaku Jualan Lewat TikTok hingga Kirim ke Luar Negeri

Kesedihan tidak berhenti di situ. Serangan yang terjadi di Deir al-Balah, wilayah tengah Gaza, juga merenggut nyawa Haqeen Hammad, seorang gadis 11 tahun yang dikenal sebagai influencer muda.

Haqeen kerap membagikan aktivitas sosialnya di media, terutama kegiatan relawan membantu para pengungsi Gaza. Kepergiannya meninggalkan duka yang dalam, bukan hanya untuk keluarganya, tetapi juga para pengikut dan masyarakat yang terinspirasi oleh semangat kemanusiaannya.

Baca Juga: Kelas Menengah Resah, Diskon 50 Persen Listrik Perlu Dinaikkan Hingga 2.200 VA

Di tengah situasi mencekam, satu lagi nyawa anak melayang, bukan karena bom, tapi akibat kelaparan. Anak berusia empat tahun itu dilaporkan meninggal karena kekurangan gizi parah, setelah bantuan kemanusiaan terus terhambat masuk ke wilayah Gaza akibat blokade.

Total korban jiwa akibat konflik yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai angka yang mencengangkan. Menurut data terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza, hampir 54.000 orang telah meninggal dunia.

Dari jumlah tersebut, sekitar 16.500 merupakan anak-anak. Sementara lebih dari 122.000 orang lainnya mengalami luka-luka, banyak di antaranya menderita cedera permanen.

Baca Juga: Proyek Ambisius PSEL Tangsel: Megah di Kertas, Realistis di Lapangan? WALHI Peringatkan Potensi Jebakan Finansial!

Kondisi di Gaza saat ini digambarkan sebagai neraka bagi anak-anak. Bukan hanya bom yang mengintai nyawa mereka setiap hari, tapi juga krisis pangan, keterbatasan air bersih, dan minimnya layanan kesehatan. Rumah sakit kewalahan, dan sebagian besar fasilitas medis sudah tidak lagi berfungsi optimal.

Baca Juga: AWAS KETIPU! Diskon Listrik 50 Persen Kembali, Hanya Golongan Ini yang Nikmati Potongan Harga!

PBB dan organisasi kemanusiaan dunia berulang kali menyerukan penghentian serangan dan dibukanya akses penuh bagi bantuan kemanusiaan.

Namun, suara-suara tersebut belum sepenuhnya didengar. Sementara itu, keluarga-keluarga di Gaza terus hidup dalam bayang-bayang kematian dan kehilangan.

Baca Juga: Kabar Duka Selimuti Kristina: Ayahanda Tercinta Berpulang di Usia 85 Tahun

Kisah dokter Alaa dan Haqeen hanyalah dua dari ribuan cerita pilu yang tak terdengar dari balik reruntuhan Gaza. Dan selama konflik terus berlangsung, nyawa-nyawa tak berdosa akan terus menjadi korban.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC