Jaro Midun, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa: Gadaikan STNK Demi Warga, Dedi Mulyadipun Turun Tangan!

AKURAT BANTEN – Kisah heroik seorang kepala desa di Sukabumi sukses mengguncang jagat maya dan menyentuh hati banyak pihak, termasuk mantan anggota DPR, Dedi Mulyadi.
Adalah Heri Suryana alias Jaro Midun, Kepala Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, yang aksinya baru-baru ini viral di media sosial.
Ia rela menjaminkan STNK mobil pribadinya di RSUD Palabuhanratu demi mengeluarkan warganya yang tak mampu membayar biaya rumah sakit.
Aksi berani Jaro Midun ini bermula pada Minggu (25/5/2025). Salah seorang warganya yang berusia 55 tahun, dari Kampung Citiis, membutuhkan perawatan intensif akibat sesak napas.
Meskipun sudah masuk DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), warga tersebut tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), yang proses pembuatannya memakan waktu 14 hari.
Sementara itu, pasien membutuhkan penanganan segera.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Kepala Desa Jaro Midun yang telah melangkah menyelamatkan warganya," ujar Dedi Mulyadi dalam unggahan Instagramnya (@dedimulyadi71), Selasa (27/5/2025).
Tagihan Kecil, Dampak Besar: Mengapa Masih Jadi Masalah?
Dedi Mulyadi, yang mengaku telah membaca berita viral ini, sempat mengira tagihan rumah sakit yang dihadapi warga tersebut sangat besar.
Namun, fakta mengejutkan terungkap: total tagihan hanya sebesar Rp 1,7 juta, dan sisa yang belum terbayar adalah Rp 1,2 juta.
Nominal yang terbilang kecil ini justru memicu pertanyaan besar dari Dedi Mulyadi.
"Saya tidak tahu di Sukabumi apa yang menjadi problem. Hal kecil seperti ini muncul ke permukaan seperti peristiwa besar Rp 1,7 juta seperti berat tertangani," ungkap politikus Gerindra ini.
Menurut Dedi, rumah sakit seharusnya tetap memberikan layanan terbaik kepada siapapun yang membutuhkan pengobatan, terlepas dari kepemilikan KIS.
Baginya, ini adalah kewajiban penyelenggara negara. Ia juga menyayangkan kurangnya koordinasi antara kepala desa dengan Dinas Kesehatan atau Bupati Sukabumi terkait masalah semacam ini.
Jaminan STNK dan Batas Waktu Pelunasan
Jaro Midun menjelaskan, saat itu ia hanya memegang uang Rp 500 ribu.
Dengan bernegosiasi dengan petugas kasir, ia akhirnya nekat menjaminkan STNK mobilnya sebagai jaminan pelunasan sisa biaya rumah sakit.
"Itu dia kena biaya selama 3 hari itu Rp 1.780.000, sedangkan yang sakitnya itu keluarganya tidak mampu, tidak punya uang sepeser pun," cerita Jaro Midun.
"Waktu itu saya punya uang Rp 500 ribu dan saya ke pegawai rumah sakit saya ini ada DP Rp 500 ribu, dia terima, cuma ada jaminan lagi gak kurangnya, katanya ada jaminannya itu barang berharga, saya kan gak ada jaminan barang berharga lagi selain KTP sama STNK, ya sehingga saya jaminkan STNK."
Hingga saat ini, STNK mobil Jaro Midun masih berada di RSUD Palabuhanratu, menunggu pelunasan biaya.
Pihak rumah sakit memberikan batas waktu satu bulan untuk pelunasan tersebut.
Dedi Mulyadi Bertindak dan Pesan untuk Pemimpin Daerah
Tak hanya berkomentar, Dedi Mulyadi langsung bertindak.
Ia mengaku telah mengirimkan uang kepada Jaro Midun untuk melunasi tagihan rumah sakit dan juga menutupi biaya makan keluarga pasien.
Pesan Dedi Mulyadi jelas: pemimpin harus saling melayani dan membangun komunikasi yang baik antara kepala desa, bupati, dan kepala dinas.
"Agar Jawa Barat memberikan layanan yang terbaik bagi kepentingan masyarakat saat kita menjadi pemimpin yang melayani, menjadi pemimpin yang penjemput dan bukan yang dilayani dan menunggu datangnya informasi," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










