Sudah Lengkap! Polisi Siap Bacakan Hasil Psikologi-Siber Forensik Kematian Arya Daru Hari Ini

AKURAT BANTEN - Setelah tiga pekan penuh teka-teki, kasus kematian diplomat muda Arya Daru Pangayunan akhirnya mendekati titik terang. Semua proses pemeriksaan yang selama ini dilakukan oleh tim kepolisian—mulai dari autopsi, analisis digital, hingga psikologi forensik—dinyatakan telah selesai.
Rangkaian temuan tersebut rencananya akan diumumkan ke publik dalam waktu dekat, membuka peluang terjawabnya misteri yang selama ini menggantung.
Baca Juga: Djarot Tegaskan PDIP Tak Akan Tumbang: Kami Dilahirkan dari Perlawanan
Kabar ini disampaikan langsung oleh AKBP Reonald Simanjuntak dari Humas Polda Metro Jaya. Ia menjelaskan bahwa seluruh hasil penyelidikan kini telah dirampungkan dan tengah dirapikan untuk dipresentasikan secara resmi. Dalam waktu 24 jam ke depan, publik akan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Arya.
“Psikologi forensik, siber forensik, autopsi luar-dalam semuanya sudah selesai. Tim sekarang tinggal menyusun laporan untuk diumumkan besok, lengkap dengan keterangan para ahli yang terlibat,” ujar Reonald saat dikonfirmasi, Minggu malam, 27 Juli 2025.
Baca Juga: Distribusi Beras Rawan Kecurangan, Indef Minta Sistem Pengawasan Real Time
Arya ditemukan meninggal dunia pada 8 Juli lalu di sebuah kamar tamu di kawasan Gondangdia Kecil, Jakarta Pusat.
Yang membuat kematiannya jadi sorotan bukan hanya karena ia adalah pegawai Kementerian Luar Negeri yang sedang naik daun, tapi juga karena kondisi kematiannya yang janggal: kepala dililit lakban dan pintu kamar terkunci dari dalam. Tidak ada tanda perlawanan fisik, namun posisi tubuh dan situasi kamar memunculkan banyak spekulasi.
Baca Juga: Beras Murah Disulap Jadi SPHP, CORE Soroti Bahaya Salah Sasaran Subsidi
Polisi bergerak hati-hati sejak awal. Penyelidikan dilakukan menyeluruh, tak hanya berfokus pada tempat kejadian, tapi juga menyisir semua kemungkinan, termasuk faktor psikologis korban.
Riwayat keseharian Arya ditelusuri, rekam jejak digitalnya diperiksa, dan sejumlah saksi, baik dari kantor maupun lingkungan dekat, turut dimintai keterangan. Semua langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada yang terlewat.
Baca Juga: Antrean Menuju Bali Mulai Terurai, ASDP Tambah Armada Kapal Besar di Ketapang
Salah satu temuan yang menjadi perhatian serius adalah penemuan tas milik Arya yang berisi laptop, pakaian baru, dan barang-barang belanjaan. Tas itu ditemukan di rooftop gedung Kementerian Luar Negeri, beberapa hari setelah jenazah Arya ditemukan.
Hal ini menimbulkan dugaan bahwa Arya sempat berada di kantor sebelum kematiannya, dan kemungkinan ada sesuatu yang terjadi di sana.
Tim siber juga berperan penting dalam menelusuri komunikasi terakhir Arya, termasuk pesan-pesan yang sempat dikirim dan diterima sebelum ia ditemukan tak bernyawa. Informasi dari ponsel dan laptop yang ditemukan terpisah ini disebut menjadi kunci penting dalam mengungkap motif atau pemicu peristiwa tragis tersebut.
Selain itu, pemeriksaan psikologi forensik diharapkan dapat menjawab apakah Arya tengah berada dalam tekanan berat, mengalami gangguan mental, atau menunjukkan tanda-tanda depresi sebelum meninggal.
Semua itu penting untuk menentukan apakah ia menjadi korban kejahatan, atau justru mengambil langkah ekstrem karena dorongan batin yang belum diketahui.
Baca Juga: Jenazah Dalam Gentong di Sungai Cisadane Diperkirakan Wanita Muda Usia 25–30 Tahun
Keluarga Arya, yang sejak awal memilih untuk tidak banyak berbicara ke media, berharap agar semua hasil penyelidikan ini disampaikan dengan transparan. Mereka menginginkan kebenaran diungkap secara jujur dan terbuka, bukan hanya demi nama baik Arya, tapi juga demi keadilan yang layak ia dapatkan.
Dengan pengumuman yang akan digelar hari ini, masyarakat pun berharap tak ada lagi spekulasi liar yang menyelimuti kasus ini.
Semua mata kini tertuju pada penjelasan resmi dari pihak kepolisian. Jawaban akhir atas misteri ini tak hanya dinanti oleh keluarga, tapi juga publik yang mengikuti kasus ini sejak awal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










