Banten

Demo Ricuh! Bupati Pati Sudewo Turun Langsung dan Minta Maaf Usai Polisi Tembak Gas Air Mata

Andi Syafrani | 13 Agustus 2025, 14:25 WIB
Demo Ricuh! Bupati Pati Sudewo Turun Langsung dan Minta Maaf Usai Polisi Tembak Gas Air Mata

AKURAT BANTEN - Unjuk rasa di depan kantor Bupati Pati, Rabu (13/8), memanas sekitar pukul 11.10 WIB. Polisi menembakkan gas air mata dan water canon untuk membubarkan massa yang mulai ricuh di gerbang utama dan samping kantor.

Sejumlah pengunjuk rasa sempat mencoba merobohkan gerbang kantor, memicu bentrokan dengan aparat. Massa juga melempari polisi dengan botol air mineral dan pecahan genteng, membuat situasi semakin tegang dan sulit dikendalikan.

Baca Juga: Wow! Sambut HUT ke-80 RI, Wisata Nasional Ramai dengan Diskon dan Tiket Gratis

Dari mobil komando, aparat mengingatkan bahwa aksi mulai ditunggangi kelompok anarkis. Peringatan ini dikeluarkan agar situasi tidak melebar dan menimbulkan bahaya bagi semua pihak, termasuk warga sekitar.

Akibat penggunaan gas air mata, wartawan yang meliput terpaksa berlindung di dalam gedung kantor bupati. Di lokasi, tidak ditemukan pegawai negeri sipil yang bekerja, hanya aparat yang berjaga dan menangani situasi.

Baca Juga: Tangerang Hawks Tunjuk Pelatih Baru Asal Serbia untuk Hadapi IBL 2026

Beberapa polisi mengalami luka-luka akibat bentrokan dengan massa dan segera mendapat pertolongan medis di lokasi. Kondisi ini menggambarkan betapa cepatnya aksi damai berubah menjadi konfrontasi yang menegangkan.

Polisi terus berupaya mengendalikan keadaan dengan mengatur arus massa agar tidak meluas, sembari memastikan keselamatan aparat dan pengunjuk rasa tetap terjaga.

Baca Juga: Remaja 19 Tahun di Tangsel Ditangkap Karena Tipu Investasi Berbasis Media Sosial

Bupati Pati, Sudewo, turun langsung menemui massa dari atap mobil rantis. Mengenakan kemeja putih, peci, dan kacamata hitam, ia menyampaikan permohonan maaf dan berjanji memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan memberikan ruang bagi aparat menjalankan tugas. Dialog dan koordinasi diharapkan meredakan ketegangan dan mencegah insiden serupa di hari-hari mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC