Cita-Cita Menjadi Kiai Terkubur Selamanya: Kisah Tragis NS, Bocah 12 Tahun di Sukabumi yang Diduga Dianiaya Ibu Tiri

AKURAT BANTEN-Dunia jagat maya tengah diguncang oleh gelombang amarah dan simpati.
Sebuah video memilukan viral, memperlihatkan detik-detik seorang bocah berusia 12 tahun berinisial NS,
warga Desa Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, menyebut nama sang ibu tiri sebagai sosok di balik luka yang ia derita.
Kini, suara lirih NS tak akan terdengar lagi. Pada Kamis, 19 Februari 2026, NS mengembuskan napas terakhirnya, meninggalkan luka mendalam dan tanda tanya besar tentang keadilan.
Baca Juga: Benarkah UU Halal Dilanggar? Kesepakatan Dagang RI-AS Izinkan Produk Tanpa Sertifikasi, Kok Bisa?
"Ingin Menjadi Kiai": Mimpi yang Kandas di Tangan Orang Terdekat
Di balik sosoknya yang sederhana, NS menyimpan cita-cita mulia yang jarang dimiliki anak seusianya.
Sang ayah kandung, Anwar Satibi, tak mampu membendung air matanya saat mengenang keinginan luhur putra tercintanya itu.
“Beda dari orang lain, dia ingin jadi kiai. Itu yang membuat saya sakit,” ucap Anwar dengan suara terisak, Jumat (20/2/2026).
NS baru setahun mengecap pendidikan sebagai santri di sebuah pondok pesantren, tepat saat ia menginjak bangku SMP.
Anwar mengenang momen terakhir yang menyesakkan dada—senyum bahagia NS saat menerima uang saku sebesar Rp50.000 untuk bekal kembali ke pesantren.
Ucapan "Alhamdulillah" dari bibir NS kini menjadi memori yang menyayat hati sang ayah.
Luka Bakar dan Bengkak Jantung: Tabir Gelap Hasil Autopsi
Kematian NS bukanlah kematian biasa. Dugaan penganiayaan ini diperkuat oleh temuan medis awal yang mengerikan.
Berdasarkan proses autopsi yang telah dilakukan, ditemukan fakta-fakta yang memilukan:
Luka Bakar: Tersebar di beberapa titik bagian tubuh korban.
Kondisi Organ Dalam: Ditemukan pembengkakan pada organ vital, yakni jantung dan paru-paru.
Saat ini, pihak keluarga dan kepolisian masih menunggu hasil laboratorium dari Jakarta untuk memperjelas penyebab pasti kematian yang merenggut nyawa calon kiai muda ini.
Baca Juga: Awas Terkecoh! Trik 'Ganti Baju' Kurma Israel Jadi Label Palestina: Begini Cara Pasti Membedakannya
Kesempatan Kedua yang Berujung Petaka
Yang lebih menyesakkan, tragedi ini ternyata bukan kali pertama.
Anwar membeberkan bahwa setahun lalu, saat NS masih duduk di kelas 6 SD, ia pernah melaporkan istrinya (ibu tiri NS) ke polisi atas dugaan penganiayaan serupa.
Namun, rasa iba mengalahkan logika saat itu. Sang istri bersujud memohon ampun dan berjanji akan berubah.
Sebuah surat pernyataan dan video perjanjian dibuat sebagai jaminan. Sayangnya, "kesempatan kedua" itu justru menjadi pembuka jalan menuju tragedi yang lebih besar.
“Harapan saya kalau memang ini terbukti, selesai dengan hukum. Biar jadi efek jera untuk seluruh umat karena kita harus ingat negara kita ini negara hukum,” tegas Anwar.
Baca Juga: Ada Apa dengan Polres Palopo? Aksi Balap Liar Ramadan Viral, Konfirmasi Redaksi Dicuekin
Menanti Keadilan di Bumi Jampang
Kasus ini kini menjadi sorotan tajam publik. Netizen mendesak pihak kepolisian agar mengusut tuntas tanpa ada celah bagi pelaku untuk lolos.
Anwar menekankan bahwa siapa pun yang melakukan kejahatan di muka bumi harus mempertanggungjawabkannya secara hukum.
Kini, NS telah tenang di alam sana. Cita-citanya menjadi kiai mungkin tak terwujud di dunia, namun kisah ketegarannya telah menyentuh hati jutaan orang (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







