Banten

BTN Sudah Biayai Hampir 6 Juta Rumah Sejak 1976 Pilar Utama Hunian Rakyat Indonesia

Riski Endah Setyawati | 18 Februari 2026, 18:51 WIB
BTN Sudah Biayai Hampir 6 Juta Rumah Sejak 1976 Pilar Utama Hunian Rakyat Indonesia

Akurat Banten - Selama hampir setengah abad, PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk atau BTN konsisten menancapkan jejaknya sebagai motor utama pembiayaan perumahan di Tanah Air.

Sejak pertama kali menyalurkan kredit pemilikan rumah pada 1976 hingga Desember 2025, bank pelat merah ini telah membiayai 5,97 juta unit rumah dengan total nilai mencapai Rp555,11 triliun.

Angka tersebut bukan sekadar deretan statistik, melainkan potret jutaan keluarga yang akhirnya memiliki atap sendiri di atas kepala mereka.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menegaskan bahwa perjalanan panjang perseroan tidak bisa dilepaskan dari komitmen terhadap sektor perumahan nasional.

“Sejak saat itu, pembiayaan perumahan menjadi DNA perseroan,” ujar Nixon.

BTN sendiri lahir kembali sebagai bank nasional pada 9 Februari 1950, namun tonggak pentingnya tercatat pada 1976 ketika KPR pertama di Indonesia disalurkan.

Momentum itu menjadi titik balik yang mengokohkan posisi BTN sebagai bank spesialis pembiayaan hunian.

Dari total hampir enam juta unit rumah yang dibiayai, segmen KPR subsidi mendominasi dengan capaian 4,4 juta unit senilai Rp300,99 triliun.

Baca Juga: Jangan Salah Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadhan 2026 yang Benar, Lengkap Tata Cara dan Hukumnya

Rinciannya, KPR subsidi konvensional mencapai 4,06 juta unit dengan nilai Rp258,27 triliun, sementara KPR subsidi berbasis syariah menembus 338.097 unit senilai Rp42,72 triliun.

Di luar segmen subsidi, BTN juga agresif menyalurkan pembiayaan nonsubsidi sebanyak 1,3 juta unit rumah dengan total Rp218,57 triliun.

KPR nonsubsidi konvensional tercatat 1,18 juta unit senilai Rp191,46 triliun dan KPR nonsubsidi syariah sebanyak 125.410 unit dengan nilai Rp27,1 triliun.

Tak hanya untuk pembelian rumah, BTN turut menghadirkan Kredit Agunan Rumah dan Kredit Bangun Rumah yang telah tersalurkan sebanyak 262.876 unit dengan nilai Rp35,5 triliun.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa peran BTN tak sebatas menyalurkan kredit, tetapi juga menjadi penggerak utama ekosistem perumahan nasional.

Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia Joko Suranto menilai kontribusi BTN sangat signifikan dalam menjaga denyut industri properti tetap hidup.

“Sebagai bank terkemuka di industri perumahan, BTN telah melayani masyarakat dalam mewujudkan hunian impian. Termasuk memberikan pembiayaan kepada para pelaku penyedia perumahan,” kata Joko.

Menurutnya, dukungan pembiayaan yang konsisten membuat sektor properti mampu bertahan sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Transformasi layanan yang dilakukan BTN dalam beberapa tahun terakhir juga dinilai memberi dampak positif bagi konsumen maupun pengembang.

Langkah pembenahan internal dan inovasi produk diyakini akan memperkuat posisi BTN di tengah persaingan industri perbankan yang kian ketat.

Apresiasi pun disampaikan REI atas perjalanan 76 tahun BTN dalam mendukung kepemilikan rumah bagi masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Wajib Tahu Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadhan, Tata Cara dan Hukumnya yang Sering Keliru

“Selamat ulang tahun ke-76. Semoga BTN semakin maju, semakin memberikan kontribusi bagi masyarakat, dan juga bagi negeri ini dalam penyediaan rumah bagi rakyat,” ujar Joko.

Senada dengan itu, Ketua Umum Apersi Junaidi Abdillah menekankan pentingnya peran BTN dalam menyukseskan program pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah.

Mayoritas pembiayaan rumah subsidi, baik untuk konsumen maupun pengembang, hingga kini masih bertumpu pada BTN.

“Peran perbankan sangat vital, bukan hanya sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga membantu pengembang menjaga arus kas agar usaha berkelanjutan,” kata Junaidi.

Dengan rekam jejak panjang dan angka penyaluran yang terus bertumbuh, BTN kembali menegaskan diri sebagai garda terdepan dalam memperluas akses hunian bagi masyarakat Indonesia.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.