Rumah Kontrakan Tiga Pintu di Pulogadung Terbakar, Diduga Akibat Kebocoran Gas Saat Memasak

Akurat Banten - Kebakaran terjadi di sebuah rumah kontrakan yang terdiri dari tiga pintu di kawasan Jalan Pisangan Lama RT 005/RW 02, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.
Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh kebocoran gas saat salah satu penghuni sedang memasak di dapur.
Api dengan cepat membesar dan menjalar ke bagian bangunan lainnya sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh petugas pemadam kebakaran.
Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Abdul Wahid, menyampaikan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah kebocoran gas dari dapur salah satu penghuni.
Baca Juga: Realme C83 5G Rilis dengan Baterai 7000 mAh dan Layar 144Hz, Harga Mulai Rp2 Jutaan
"Kebakaran rumah kontrakan tiga pintu milik Bapak Rudi seluas 60 meter persegi diduga penyebabnya akibat kebocoran gas," kata Abdul Wahid.
Bangunan yang terbakar diketahui merupakan rumah kontrakan milik seorang warga bernama Rudi dengan luas sekitar 60 meter persegi.
Kebakaran bermula saat seorang penghuni sedang memasak lontong menggunakan kompor gas di dapur.
Pada saat proses memasak berlangsung, diduga terjadi kebocoran pada tabung atau selang gas yang memicu munculnya api.
Api kemudian membesar dan menyambar area sekitar dapur hingga menjalar ke bagian lain dari rumah kontrakan tersebut.
Baca Juga: Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Laporkan Rumah ke RT RW Sebelum Mudik Lebaran
Kondisi bangunan yang berdekatan membuat api dengan cepat merambat dan menghanguskan sebagian bangunan sebelum petugas tiba di lokasi.
Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur menerima laporan pertama mengenai kejadian ini dari seorang warga bernama Annisa.
Laporan tersebut diterima petugas melalui informasi dari masyarakat yang melihat kobaran api mulai membesar.
"Objek yang terbakar merupakan rumah kontrakan tiga pintu milik Bapak Rudi dengan luas sekitar 60 meter persegi," jelas Abdul Wahid.
Setelah menerima laporan tersebut, petugas pemadam kebakaran segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.
Sebanyak sembilan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengatasi kebakaran yang melanda rumah kontrakan tersebut.
Tidak hanya armada, puluhan personel juga diterjunkan guna mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api menyebar ke bangunan lain di sekitarnya.
Total terdapat 45 personel pemadam kebakaran yang terlibat dalam operasi penanganan kebakaran tersebut.
Petugas segera melakukan upaya pemadaman begitu tiba di lokasi dengan menyemprotkan air ke sumber api.
Langkah cepat tersebut dilakukan untuk memastikan kobaran api tidak meluas ke bangunan lain yang berada di sekitar area permukiman padat tersebut.
Hanya dalam waktu beberapa menit, petugas berhasil mengendalikan api agar tidak menyebar lebih luas.
Api berhasil dilokalisir setelah petugas bekerja intensif memadamkan titik api utama.
Dengan keberhasilan melokalisir api tersebut, bangunan lain di sekitar lokasi berhasil diselamatkan dari potensi kebakaran yang lebih besar.
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan.
Proses pendinginan dimulai guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa di bagian bangunan yang terbakar.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan munculnya api kembali setelah proses pemadaman utama selesai dilakukan.
Petugas memastikan setiap sudut bangunan yang terdampak telah disiram air hingga benar-benar aman.
Peristiwa kebakaran ini mengakibatkan empat kepala keluarga terdampak.
Secara keseluruhan terdapat sekitar 15 jiwa yang tinggal di rumah kontrakan tersebut.
Meski bangunan mengalami kerusakan akibat kebakaran, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden tersebut.
Baca Juga: Realme C83 5G Rilis dengan Baterai 7000 mAh dan Layar 144Hz, Harga Mulai Rp2 Jutaan
Petugas masih melakukan pendataan terhadap para penghuni yang terdampak kebakaran.
Selain itu, pihak berwenang juga masih menyelidiki besaran kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.
Proses pendataan dilakukan untuk mengetahui kondisi para korban sekaligus menghitung dampak kerusakan yang terjadi.
Sementara itu, petugas juga memastikan lokasi kebakaran sudah benar-benar aman dari potensi munculnya api kembali.
Pemeriksaan dilakukan dengan teliti terutama pada bagian bangunan yang sebelumnya menjadi sumber kobaran api.
Pihak pemadam kebakaran turut mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat menggunakan kompor gas di rumah.
Abdul Wahid mengimbau warga untuk secara rutin memeriksa kondisi tabung, regulator, dan selang gas sebelum digunakan.
Baca Juga: Bocoran POCO X8 Pro Max Beredar, Layar Super Terang Baterai Jumbo 8500mAh Jadi Sorotan
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kebakaran yang dapat terjadi akibat kebocoran gas.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan saat memasak di dapur.
Kewaspadaan sederhana seperti memastikan instalasi gas dalam kondisi baik dapat menjadi langkah penting untuk menghindari insiden kebakaran serupa di lingkungan permukiman.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










