Pabrik Narkoba Tersembunyi di Semarang Terbongkar, Jutaan Butir Zenith Gagal Edar

AKURAT BANTEN - Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap praktik produksi narkotika ilegal dalam skala besar yang beroperasi secara tersembunyi di kawasan Kecamatan Mijen, Semarang, Jawa Tengah.
Pengungkapan ini bermula dari laporan warga yang mencurigai adanya peredaran obat berbahaya di wilayah Jakarta Barat yang kian meresahkan masyarakat.
Menindaklanjuti informasi tersebut, aparat kepolisian melakukan penyelidikan intensif hingga akhirnya mengarah pada jaringan distribusi yang lebih luas.
Baca Juga: Terungkap! Ini Pihak yang Berpotensi Hancurkan Blokade AS di Selat Hormuz
Dalam proses pengintaian, petugas lebih dulu mengamankan seorang pria berinisial P di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.
Dari tangan pelaku, ditemukan barang bukti berupa 120.000 butir Zenith yang siap diedarkan ke pasaran gelap.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, “Melalui serangkaian penyelidikan dan pengintaian, petugas mula-mula mengamankan seorang pria berinisial P di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, dengan barang bukti 120.000 butir Zenith.”
Baca Juga: Di Balik Negosiasi Iran vs AS, Ini 6 Tokoh Penentu yang Punya Kuasa Besar
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, P diduga hanya berperan sebagai kurir yang bekerja di bawah kendali seorang aktor utama berinisial D.
Sosok D disebut sebagai pengendali utama yang menjalankan operasional pabrik dari luar wilayah penangkapan pertama.
Tim gabungan kemudian bergerak cepat menuju Semarang untuk memburu pelaku sekaligus menelusuri sumber produksi barang terlarang tersebut.
Baca Juga: Blokade Selat Hormuz Gagal Total? Puluhan Kapal Tetap Lolos dari Pengawasan AS
Upaya pengejaran membuahkan hasil ketika petugas berhasil menangkap D di kediamannya.
Di lokasi tersebut, polisi menemukan gudang yang telah dimodifikasi menjadi laboratorium produksi narkotika.
Dari hasil penggerebekan, aparat mengamankan 186.000 butir Zenith siap edar serta sekitar 1,83 ton bahan baku prekursor.
Baca Juga: Blokade Selat Hormuz Gagal Total? Puluhan Kapal Tetap Lolos dari Pengawasan AS
Bahan tersebut diketahui dapat diolah menjadi jutaan butir obat berbahaya yang berpotensi merusak generasi muda.
Selain itu, polisi juga menyita berbagai peralatan produksi seperti mesin cetak otomatis dan alat pengolah bahan kimia.
Keberadaan fasilitas ini menunjukkan bahwa jaringan tersebut memiliki sistem produksi yang terorganisasi dan kapasitas besar.
Baca Juga: Terungkap! Ini Pihak yang Berpotensi Hancurkan Blokade AS di Selat Hormuz
Budi menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar soal nilai ekonomi barang sitaan, melainkan dampak besar terhadap keselamatan masyarakat.
“Keberhasilan menggagalkan peredaran lebih dari 4,3 juta butir Zenith ini secara langsung telah menyelamatkan sedikitnya 4,3 juta jiwa anak bangsa,” ujarnya.
Jaringan ini diketahui menyasar kalangan remaja dan pekerja sebagai target utama peredaran narkotika.
Baca Juga: Usai Disorot, Pemkot Tangerang Lengkapi Unggahan RPJMD di JDIH, Bappeda: Sudah Bisa Diakses
Hal tersebut dinilai sangat berbahaya karena kelompok tersebut merupakan bagian penting dari masa depan bangsa.
Seluruh tersangka kini telah diamankan dan dijerat dengan pasal terkait narkotika dengan ancaman hukuman maksimal.
Penyidik juga masih terus melakukan pengembangan untuk memburu pelaku lain yang masuk dalam daftar pencarian orang.
Baca Juga: Usai Disorot, Pemkot Tangerang Lengkapi Unggahan RPJMD di JDIH, Bappeda: Sudah Bisa Diakses
Polisi memastikan upaya penindakan akan terus dilakukan hingga jaringan ini benar-benar terungkap secara menyeluruh.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
Kerja sama antara warga dan aparat dinilai menjadi kunci utama dalam memutus rantai peredaran narkoba di Indonesia.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8Viral! Antrean Makan Bergizi Gratis di SMK Kebumen Berujung Aksi Duel Mencekam, Korban Diseret ke Lahan Kosong, Ini Kronologinya
- 9Rodri Tiba di Barcelona, Sang Ballon d'Or Langsung Ungkap Mimpi Besarnya Bersama Blaugrana
- 10Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas







