Kapolri Tanggapi Fenomena 'No Viral No Justice' Minta Polisi Sigap Layani Aduan Warga, Tak Tunggu Kasus Viral

AKURAT BANTEN - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali menegaskan pentingnya kecepatan respons aparat dalam menindaklanjuti setiap pengaduan masyarakat. Ia menilai pelayanan yang lamban justru memicu ketidakpercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Menurut Sigit, fenomena munculnya istilah “no viral no justice” di media sosial menjadi cerminan kekecewaan masyarakat. Istilah tersebut, kata dia, lahir karena masih adanya laporan warga yang tidak segera ditangani secara serius oleh aparat.
Baca Juga: Per 1 Januari 2026 BI Resmi Tinggalkan JIBOR, INDONIA Jadi Penentu Arah Suku Bunga Pasar
Kapolri menekankan bahwa setiap anggota Polri harus mampu bergerak cepat tanpa harus menunggu tekanan opini publik. Penanganan yang profesional dan tepat waktu dinilai menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
“Bagaimana polisi bisa respons cepat terhadap segala macam bentuk pengaduan, jangan sampai selalu ada muncul istilah no viral no justice,” kata Sigit, Rabu (31/12/2025).
Ia juga mengingatkan jajarannya agar tidak bersikap defensif atau terbawa perasaan saat menerima kritik dari masyarakat. Kritik, menurutnya, harus dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan.
Baca Juga: Jamaah Thorikoh wan Naksabandiyah Gelar Istigosah Sambut Tahun Baru 2026 di Sumur Pandeglang
Sigit menegaskan bahwa polisi adalah pelayan publik yang dituntut untuk hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan, dan memberikan solusi yang adil. Sikap terbuka dan empati menjadi bagian penting dari tugas kepolisian modern.
Lebih lanjut, Kapolri meminta seluruh satuan kerja terus melakukan pembenahan internal tanpa mengabaikan hal-hal positif yang telah berjalan. Reformasi di tubuh Polri harus dilakukan secara berkelanjutan dan terukur.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan sistem pengaduan yang mudah diakses masyarakat. Dengan mekanisme yang jelas dan transparan, laporan warga diharapkan bisa diproses lebih cepat dan akuntabel.
Baca Juga: 576 Mahasiswa Kota Tangerang Terima Bansos Beasiswa Pendidikan Tinggi
Kapolri berharap, ke depan tidak ada lagi kesan bahwa keadilan hanya hadir setelah sebuah kasus ramai diperbincangkan. Polisi, kata dia, harus menjadi institusi yang responsif sejak laporan pertama diterima.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










